Posted on

Keajaiban Untuk Adinda (Sebuah Kisah)

Adinda baru berumur delapan tahun ketika dia mendengar ibu dan ayahnya sedang berbicara mengenai adik lelakinya, Hardian. Hardian sedang menderita sakit yang parah dan mereka telah melakukan apapun yang bisa mereka lakukan untuk menyelamatkan jiwanya. Hanya operasi yang sangat mahal yang sekarang bisa menyelamatkan jiwa Hardian. Ironisnya, mereka tidak punya biaya untuk itu.

Adinda mendengar ayahnya berkata, “Hanya keajaiban yang bisa menyelamatkannya sekarang.”

Adinda pergi ke tempat tidur dan mengambil celengan dari tempat persembunyiannya. Lalu dikeluarkannya semua isi celengan tersebut ke lantai dan menghitung secara cermat. Nilainya harus benar-benar tepat.

Dengan membawa uang tersebut, Adinda menyelinap keluar dan pergi ke toko obat di sudut jalan. Ia menunggu dengan sabar sampai sang apoteker memberi perhatian, tapi apoteker itu terlalu sibuk dengan orang lain, dan sepertinya tidak mau diganggu oleh seorang anak berusia delapan tahun. Adinda berusaha menarik perhatian dengan menggoyang-goyangkan kakinya, tapi gagal. Akhirnya Adinda mengambil uang koin dan melemparkannya ke kaca etalase. Berhasil!

“Apa yang kamu perlukan?” tanya apoteker tersebut dengan suara marah. “Tak tahukah kamu bahwa saya sedang berbicara dengan pelanggan?”

“Tapi, saya ingin berbicara kepadamu mengenai adik saya,” Adinda menjawab dengan nada yang sama. “Dia sakit dan saya ingin membeli keajaiban.”

“Apa yang kamu katakan?” tanya sang apoteker.

“Ayah saya mengatakan hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan jiwanya sekarang, jadi berapa harga keajaiban itu?”

“Kami tidak menjual keajaiban, adik kecil. Saya tidak bisa menolongmu.” Jawab apoteker ketus.

“Dengar, saya mempunyai uang untuk membelinya. Katakan saja berapa harganya.” Tantang Adinda.

Seorang pria yang berpakaian rapih yang kebetulan berada di situ bertanya, “Keajaiban jenis apa yang dibutuhkan oleh adikmu?”

“Saya tidak tahu,”Jawab Adinda. Air matanya mulai menetes di pipinya. “Saya hanya tahu dia sakit parah dan mama mengatakan bahwa ia membutuhkan operasi. Tapi kedua orang tua saya tidak mampu membayarnya. Dan, dengan uang ini saya akan membeli keajaiban itu.”

“Berapa uang yang kamu punya?” tanya pria itu lagi.

“Sepuluh ribu lima ratus rupiah,” jawab Adinda dengan bangga. “Dan itulah seluruh uang yang saya miliki di dunia ini.”

“Wah, kebetulan sekali,” kata pria itu sambil tersenyum. “Sepuluh ribu lima ratus rupiah, harga yang tepat untuk membeli keajaiban yang dapat menolong adikmu.”

Pria itu kemudian mengambil uang tersebut dan kemudian memegang tangan Adinda sambil berkata, “Ajaklah saya melihat adikmu. Saya ingin bertemu dengannya dan juga orang tuamu.”

Kemudian Adinda mengajak pria itu kerumahnya dan bertemu dengan orang tuanya. Pria itu ternyata dr. Suyanto, seorang ahli bedah terkenal. Maka, atas kesepakatan orang tua Adinda, Hardian segera dibawa ke rumah sakit oleh dr. Suyanto agar segera dapat dioperasi.

Operasi dilakukan tanpa biaya dan membutuhkan waktuyang tidak lama. Akhirnya, Hardian dapat kembali ke rumah dalam keadaan sehat. Kedua orang tuanya sangat bahagia mendapatkan keajaiban tersebut.

“Operasi itu,” bisik ibunya, “adalah sebuah keajaiban. Saya tidak dapat membayangkan berapa harganya.”

Adinda tersenyum. Dia tahu secara pasti berapa harga keajaiban tersebut. Yaitu sepuluh ribu lima ratus rupiah, ditambah dengan keyakinan.[]

Agung Prabowo

About pakdirektur

nilai sendiri aj ya :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s